Kalau Si Kecil Mulai Pandai Merayu

Anak pandai bicara? Pasti menyenangkan sekaligus membanggakan. Kadang malah membuat kita tertawa karena dia sudah mulai berkata-kata sambil diselipi rayuan! Misalnya dengan cara memuji-muji kita lebih dulu tapi sebetulnya ada maunya. “Wow, kuenya kayaknya enak, deh. Bunda memang jago masak. Boleh, enggak, akungicipin?

Dikit….aja.”

Selain tertawa, reaksi lain yang bisa muncul adalah pertanyaan, darimana dia belajar merayu? Bahaya atau tidak perilakunya itu? Yang jelas, anak bisa berbuat seperti itu semata karena meniru lingkungan. Entah melihat contoh dari orang tuanya, teman, tetangga, lihat di teve, dan lainnya. “Bisa juga karena kita yang mengkondisikan anak,”. Ia lalu memberi contoh bagaimana anak “disuruh” orang tua untuk bermani-manis sebelum minta sesuatu. “Kalau mau kue enak, nanti di rumah Tante kamu bilang, ‘Tante cantik, deh.’ Nah, pasti kamu dikasih kue.” Jadi, “Enggak perlu bingung dan bertanya- tanya darimana anak belajar memuji atau merayu sebelum menyampaikan keinginannnya. Jelas-jelas, orang tua sendiri yang mengajarkan.” Belum lagi kalau si anak pandai berakting atau menggunakan bahasa tubuhnya. Nah, makin hebat saja rayuannya.

Pos ini dipublikasikan di Psikologi Anak dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s