Manfaat Dari Hubungan Kelekatan Antara Anak dan Orangtua

Rasa percaya diri
Perhatian dan kasih sayang orangt ua yang stabil, menumbuhkan keyakinan bahwa dirinya berharga bagi orang lain. Jaminan adanya perhatian orangtua yang stabil, membuat anak belaj ar percaya pada orang lain. Seringnya berpindah tempat membuat proses penyesuaian diri anak menj adi lebih sulit , terut ama bagi seorang batita atau balita. Situasi ini akan menj adi lebih berat baginya j ika orangtua tidak memberikan rasa aman dengan mendampingi mereka dan mau mengert i at as sikap/ perilaku anak- anak yang mungkin saj a j adianeh akibat dari rasa t idak nyaman saat harus menghadapi orang baru. Tanpa kelekatan yang stabil, reaksi negatif anak (yang sebenarnya normal) akhirnya menj adi bagian dari pola t ingkah laku yang sulit diatasi.

Ketidak konsistenan cara pengasuhan
Banyak orangtua yang tidak konsisten dalam mendidik anak. Misalnya, pada suatu saat orangtua menghukum anak dengan sangat keras, tapi di lain waktu (mungkin karena merasa bersalah) memenuhi semua keinginan anak (misal membelikan mainan mahal). Ketiadaan kepastian sikap orangtua, membuat anak sulit membangun kelekatan tidak hanya secara emosional tetapi juga secara fisik. Sikap orangtua yang tidak dapat diprediksi, membuat anak bingung, tidak yakin dan sulit mempercayai (dan pat uh) pada orangtua.

Problem psikologis yang dialami orangtua
orangt ua yang mengalami problem emosional at au psikologis sudah t ent u membawa pengaruh yang kurang menguntungkan bagi anak. Hambatan psikologis, misalnya gangguan jiwa, depresi atau problem st ress yang sedang dialami orangt ua t idak hanya membuat anak t idak bisa berkomunikasi danngobr ol enak dengan orangtua, tapi membuat orangtua kurang peka terhadap kebutuhan dan masalah anak. Bahkan, orangt ua sering t erlalu sensit if dan emosional, menj adi lebih pemarah dan kurang sabar menanggapi perilaku anak-anak. Tidak j arang anak dimarahi atau dipukul, disiksa, atau diberi perlakuan yang sangat tidak proporsional dibandingkan dengankenakalan yang dilakukan. Tindakan t ersebut beresiko menghancurkan harga diri seorang anak.

Problem neurologis/ syaraf
Ada kalanya, gangguan syaraf yang dialami anak bisa mempengaruhi proses persepsi atau pemrosesan informasi anak tersebut, sehingga ia tidak dapat merasakan adanya perhatian yang diarahkan padanya. Cont ohnya, ada kasus seorang bayi yang rewel t erus danr est l ess karena dalam tubuhnya terdapat unsurcocai ne, atau zataddi ct i ve yang sudah mempengaruhi pertumbuhan struktur syaraf otak sejak masa konsepsi (pembentukan jaringan). Problem ini bisa disebabkan masalah alkoholisme atau obat -obat an yang biasa dikonsumsi orangtua sebelum dan selama masa kehamilan; at au karena efek samping obat -obat an yang harus diminum anak akibat penyakit yang sedang dideritanya.

Pos ini dipublikasikan di Psikologi Anak dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s